For APPOINTMENT
+62 21 2933 9295
FB link TW link

Apa Itu Skoliosis ?

Skoliosis adalah gangguan pada tulang belakang berbentuk lengkungan menyamping pada tulang belakang yang awalnya tegak lurus. Tulang belakang yang normal membentuk huruf S secara natural apabila dilihat dari tubuh tampak samping dan tegak lurus apabila dilihat dari tubuh tampak belakang. Skoliosis akan terlihat seperti huruf “S” atau “C”, sedangkan tulang belakang yang normal terlihat seperti huruf “I”.

Apa Penyebab Skoliosis ?

Ada banyak tipe skoliosis dan bermacam penyebab untuk kelainan tulang belakang ini.

1. Skoliosis Idiopatik:Adalah merupakan tipe skoliosis yang paling umum terjadi, mencakup 80% – 85% dari semua kasus skoliosis secara umum. Etiologi atau penyebab dari tipe skoliosis ini adalah tidak diketahui secara sepesifik.

Banyak teori sudah ditemukan, tetapi tidak ada satupun yang dapat mencakup secara keseluruhan. Walaupun pada kasus idiopatik skoliosis ditemukan erat hubungannya dengan genetika tubuh. Kasus ini paling sering terjadi pada anak-anak remaja dan berkembang sangat cepat pada masa proses pertumbuhan. Karena tipe skoliosis ini sering terjadi pada masa remaja maka sering disebut sebagai skoliosis remaja.

2. Skoliosis Kongenital: Adalah merupakan penyakit kelainan tulang belakang bawaan sejak lahir. Terjadi karena pembentukan tulang belakang yang abnormal atau tulang rusuk asimetris atau terjadinya penggabungan tulang rusuk pada masa terbentuknya si bayi di perut Ibu.

3. Neuromuskuler, Jaringan penghubung & Skoliosis Kelainan Kromosom: Ini muncul pada pasien dengan spina bifida, cerebral palsy atau orang-orang dengan berbagai jenis kondisi paralitik. Hal ini terjadi saat tulang belakang melengkung menyamping karena melemahnya otot tulang belakang atau masalah neuromuskuler. Skoliosis seperti ini umum terjadi untuk individu yang tidak dapat berjalan karena kondisi neuromuskuler mereka (seperti muscular dystrophy atau cerebral palsy). Ini dapat juga disebut skoliosis myopathic. Contohnya seperti, otot lemah, cerebral palsy, distropi otot, spina bifida, paralisis, marfan sindrom, dan down sindrom.

4. Skoliosis Degeneratif: Ini dapat diakibatkan dari kondisi trauma, terlalu kurus, proses operasi tulang belakang, osteoporosis atau dan kondisi keausan dari tulang. Skoliosis juga dapat berkembang di kemudian hari dan menyatu sebagai persendian tulang belakang yang mengalami kemerosotan tulang dan membentuk lengkungan di belakang. Kondisi seperti ini terkadang disebut skoliosis dewasa. Studi juga menunjukkan bahwa rotasi dari tulang belakang pun dapat terjadi pada kasus skoliosis seperti ini.